Maka, kedepan pihaknya akan berkolaborasi dengan para pengusaha untuk penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sehingga nanti kita intervensi untuk membangun mandi cuci kakus (MCK) atau jamban-jamban yang belum ada jambannya atau toiletnya rumah warga yang belum ada. Itu salah satu upaya kita, sehingga nanti masyarakat itu tidak lagi buang air sembarangan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, dr. Efrizal mengatakan 2 tahun terakhir hanya 20 persen masyarakat yang menerapkan PHBS dengan tidak melakukan BABS. Namun, tahun ini mengalami peningkatan masyarakat yang menerapkan PHBS tidak melakukan BABS mencapai 80 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi disampaikan dulu itu hanya 20 persen, nah ini kan luar biasa saya fikir masyarakat kan kata ibu tadi lama-lama juga coba kalau mereka ke Serang masih mau mereka BABS, tidak kan? Artinya bisa sebenarnya, cuma memang tadi disampaikan salah satu budaya tapi tidak semua juga. Bikin WC itu ga gampang loh, biayanya, ini perlu support pemerintah,” ujarnya.
Rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit serta rapat koordinasi kabupaten/kota sehat (KKS) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang dihadiri Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Serang, Maksum, Ketua MUI Kabupaten Serang, KH. Muhit, para Kepala OPD, Camat dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Serang.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com








