Ia menggambarkan ruang tahanan yang membatasi tubuh, namun tidak mampu membungkam pikiran maupun keyakinannya terhadap nilai keadilan.
“Tapi aku percaya, jeruji besi tidak akan pernah lebih kuat dari kebenaran. Dan aku penuh rasa tanya, apa iya kita bisa ditangkap karena mencintai negeri ini dan berharap kemanusiaan dan keadilan terwujud,” tulis Alif dalam surat tersebut.
Dalam suratnya, Alif juga menyerukan kepada para aktivis agar tidak berhenti bersuara. Menurutnya, ketika suara dibungkam, maka yang tersisa hanyalah ketakutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, dari balik jeruji besi, tinta yang ia goreskan seakan berubah menjadi darah dan air mata, merangkai manifesto tentang keteguhan yang tak kunjung usai.
Penulis : Dirhat
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






