Mensos Gus Ipul Tegaskan Era Data Sendiri-sendiri Harus Berakhir

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat Memberikan Keterangan Pers di Serang. (Dok. Total Banten)

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat Memberikan Keterangan Pers di Serang. (Dok. Total Banten)

“Kalau operator desa menginput data dengan baik, kepala desa mendapat data yang akurat. Jika data desa akurat, data kabupaten hingga pusat juga akan akurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat berpartisipasi memperbaiki data melalui berbagai saluran, antara lain musyawarah desa, pendamping sosial, maupun aplikasi “Cek Bansos” yang memungkinkan warga mengusulkan atau menyanggah penerima bantuan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Banten Tinjau Banjir di Serang, Dorong Penanganan Berkelanjutan!

Selain memperbaiki data, pemerintah juga menyiapkan program penanganan kemiskinan secara terpadu. Program tersebut mencakup perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Ipul menegaskan bahwa pendekatan terintegrasi diperlukan agar keluarga miskin tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki agar layak huni, dan mereka mendapat akses bantuan sosial serta jaminan kesehatan. Penanganan kemiskinan harus terpadu dan berkelanjutan,” katanya.

BACA JUGA :  Langkah Tegas DPRD Banten; Hapus Anggaran Sosper Rp67 Miliar untuk Dukung Program Kerakyatan

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama, untuk bersama-sama menyisir warga yang belum tercatat dalam sistem perlindungan sosial.

Penulis : Saepul Aripin

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page