Mensos Gus Ipul Tegaskan Era Data Sendiri-sendiri Harus Berakhir

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat Memberikan Keterangan Pers di Serang. (Dok. Total Banten)

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat Memberikan Keterangan Pers di Serang. (Dok. Total Banten)

“Dulu setiap kementerian dan daerah punya data sendiri-sendiri. Akhirnya tidak ada yang mau mengalah karena merasa datanya paling benar. Dengan kebijakan ini, tidak ada lagi data kementerian atau data daerah, yang ada adalah data Indonesia,” kata dia.

Data tersebut, lanjut Gus Ipul, dikenal sebagai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik.

BACA JUGA :  Ibu Hamil Korban KDRT Malah Jadi Tersangka, Keluarga Soroti Proses Penyidikan di Polres Tangsel

Sementara kementerian dan pemerintah daerah berperan dalam pemutakhiran data yang kemudian dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa data tersebut disusun dalam peringkat kesejahteraan atau desil. Desil 1 mencakup 10 persen penduduk paling miskin, sedangkan desil 10 merupakan 10 persen penduduk paling sejahtera.

“Kalau jumlah penduduk Indonesia sekitar 289 juta jiwa, maka desil 1 itu sekitar 28,9 juta orang yang paling membutuhkan perhatian,” ujar Gus Ipul.

BACA JUGA :  Muslimat NU Banten Perkuat Barisan, Perempuan Harus Jadi Pilar Pembangunan

Gus Ipul menekankan pentingnya peran aparat desa, pendamping program keluarga harapan (PKH), serta operator data desa dalam memastikan akurasi data. Menurut dia, kualitas data nasional sangat bergantung pada proses pendataan di tingkat paling bawah.

Penulis : Saepul Aripin

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page