TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di pinggiran Perumahan Graha Cisait, Kabupaten Serang, Banten, sebuah rumah rapuh berdiri nyaris roboh. Di sanalah Nurjamal menjalani hidupnya sembilan tahun lamanya bersama istri, tiga anak, dan seorang mertua yang telah lanjut usia.
Diketahui Rumah nurjamal dengan dingding Anyaman Banbu yang lapuk, Atap yang bolong terbuat dari welit hingga di lapisi bener kampanye yang sudah bertahun-tahun nyaris tak layak disebut hunian. Namun semangat hidup Nurjamal tak pernah benar-benar runtuh.
Setiap hari, doa menjadi sandaran utama, Nurjamal berharap uluran tangan pemerintah datang menghampiri kehidupannya yang serba kekurangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjadi tulang punggung tunggal bagi 5 orang anggota keluarga yang bergantung sepenuhnya pada penghasilannya yang tak menentu.
Pantauan totalbanten.com di lokasi, pemandangan memilukan terlihat jelas. Seorang nenek tua mertua Nurjamal terpaksa tidur di luar rumah dengan kelambu kusut sebagai pelindung dari nyamuk.
Bukan karena ingin, melainkan karena keterbatasan ruang dan kondisi rumah yang tak memungkinkan.
Nurjamal merupakan warga Perumahan Graha Cisait, RT 04 RW 06, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut sekitar sembilan tahun dengan kondisi yang nyaris tak berubah.
“Sudah sekitar sembilan tahun tinggal seperti ini. Paling diperbaiki cuma atapnya saja,” ujar Nurjamal denagan mata berkaca kaca Saat di temui di rumahnya, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengaku sudah berulang kali mengadu ke pihak desa. Namun, yang ia terima hanya janji tanpa kepastian.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Total Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya