Pilu! 9 Tahun Bertahan di Rumah Rapuh, Nurjamal Hidup dengan Doa dan Ember Penadah Bocor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Rapuh dengan Atap Bolong di pojokan perumahan Geraha Cisait, Desa Cisait, kecamatan keragilan. (Doc: Totalbanten)

Rumah Rapuh dengan Atap Bolong di pojokan perumahan Geraha Cisait, Desa Cisait, kecamatan keragilan. (Doc: Totalbanten)

“Hanya ke desa tapi detlok terus. Nggak pernah ada. Kadang ada yang bawa KK gitu, tapi nggak ada kejelasan,” katanya.

Saat ini, Nurjamal menanggung hidup enam orang dengan dirinya.

Saya berenam. Saya, istri, tiga anak, sama mertua satu,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapannya sederhana dari Nurjamal, ada kebijakan yang berpihak dan bantuan nyata.

BACA JUGA :  Jejak Inovasi 'Pak Bhabin' di Serang: Menyulap Kotoran Kerbau Jadi Pupuk Premium!

“Harapan saya sih ada kebijakan gitu. Ingin dibantu,” katanya.

Ketika di tanya gimana kondisi malam saat tertidur banyak nyamuk tidak. Ia menjawab saya hanya bisa pasrah.

“Udah kebal. Udah kebal nyamuk. Udah nyamuk mah udah kebal sehari-harinya,” ujarnya getir.

Kondisi rumah semakin memprihatinkan saat hujan turun. Atap bocor di banyak titik.

BACA JUGA :  Postur APBD Serang 2026 Disepakati Rp3,1 T, Tapi SiLPA Rp53 Miliar Bikin Gaduh Banggar

“Kalau hujan bocor. Kita pakai ember-ember paling ya. Netes-netes itu,” kata Nurjamal sambil menunjuk sudut rumahnya.

Untuk bertahan hidup, Nurjamal bekerja serabutan. Kadang menjadi kuli bangunan, kadang menarik sampah warga di dua RT.

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Total Banten

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru