Bahkan pembuat wadah komposter ini juga dilakukan dengan bapak bapak dengan usia yang tidak lagi mudah. Mereka kebanyakan berusia 50 tahun keatas, namun kepiawaian tangan mereka tidak bisa diragukan.
Menggunakan alat pemotong yang sudah disiapkan mereka bergotong royong menciptakan alat yang memiliki fungsi penguraian sampah organik dari sisa makanan, daun dan lainnya.
Komposter ini juga nantinya akan dapat digunakan menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman. Tentunya, selain menjadi pengurai sampah organik juga dapat membantu pemerintah dalam penanganan sampah yang masuk ke TPA Cipeucang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan, untuk pengelolaan sampah non organik warga juga berencana akan membentuk bank sampah. Hal itu tentu menjadi solusi bagi warga agar dapat bisa mandiri dalam melakukan pengelolaan sampah dan membangun pola hidup sehat dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Pengelolaan sampah yang dilakukan ini juga dilalukan secara mandiri atau dengan biaya swadaya dari masyarakat sekitar.
“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di 3 RW. Ini kita lakukan juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah,” kata Hohan Barazing pria usia 60 tahun saat dijumpai di lokasi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






