“Ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kearifan lokal harus berjalan beriringan. Tanpa itu, ketahanan pangan hanya akan menjadi slogan,” ujar Nur Aziz dalam sambutannya.
Seminar ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya kepala desa se-Kabupaten Pandeglang, Ketua ICMI Banten Eden Gunawan, serta perwakilan Kepolisian Resor Pandeglang. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa persoalan pangan merupakan isu bersama yang menuntut kolaborasi lintas sektor.
Empat narasumber dari berbagai latar belakang memaparkan perspektif berbeda terkait kedaulatan pangan. Ahmad Tusi dari Universitas Lampung menekankan pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam kebijakan pangan agar pembangunan pertanian tidak tercerabut dari konteks sosial masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid menyoroti peran tata kelola lahan dan distribusi hasil pertanian sebagai kunci memperkuat produksi pangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






