TOTALBANTEN.COM, SERANG – Aroma tak sedap yang menyelimuti Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, kini perlahan berganti menjadi bau tanah yang subur.
Di balik perubahan itu, ada cerita kolaboratif antara polisi, kepala desa, dan kotoran kerbau yang selama ini dianggap sebagai biang masalah lingkungan.
Inovasi ini dipelopori oleh Bripka Hana Heriyana, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kragilan, yang didukung penuh oleh Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produknya diberi nama unik yang melekat pada pengagasnya: Pupuk Kompos ‘Pak Bhabin’.
Dari Limbah Bau ke Potensi Ekonomi
Permasalahan Desa Tegal Maja adalah klasik, melimpahnya kotoran hewan (kohe) kerbau yang dibiarkan tercecer.
Kohe itu tak hanya menimbulkan bau dan mengganggu kesehatan, tapi juga mencemari lingkungan.
Bripka Hana melihat limbah ini bukan sebagai masalah, melainkan sebagai emas terpendam. Ia tergerak untuk memberdayakan warga binaannya melalui pengolahan kohe menjadi pupuk kompos.
“Ide sederhananya adalah mengubah bahan yang semula mengotori lingkungan menjadi solusi bernilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Hana dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).
Langkah ini segera disambut baik oleh Kepala Desa Tegal Maja, Muhammad Ikhsan. Rumah Ikhsan kini disulap menjadi rumah produksi, menjadi pusat kegiatan pembuatan dan distribusi Pupuk ‘Pak Bhabin’.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya