Jejak Desainer dari Milan: Membangun ‘Tembok Anti-Rentenir’ Lewat Koperasi Fesyen Rhamala Serang

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan MoU saat peluncuran Kampung Fashion Rhamala (Dok)

Penandatanganan MoU saat peluncuran Kampung Fashion Rhamala (Dok)

Saat ini, Kampung Fashion Rhamala telah berhasil memberdayakan 50 warga lokal, sebagian besar ibu rumah tangga, yang kini menjadi anggota Koperasi RVM. Manfaatnya dirasakan langsung.

“Alhamdulillah saya bisa meningkatkan taraf hidup keluarga sejak bergabung dengan Koperasi ini,” ungkap Sufianah, salah seorang anggota koperasi, bersemangat.

Lia Amalia sendiri adalah sosok kunci di balik kesuksesan Rhamala. Ia dikenal sebagai desainer yang gigih membawa kekayaan budaya Banten ke kancah mode.

Pada Mei 2025, ia bahkan dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni.

Rancangan khasnya pada Rhamala Hijab terkenal berkat perpaduan elegan antara kain tenun lokal Banten, seperti Tenun Baduy, yang menjelma menjadi baju modest fashion dengan sentuhan etnik modern.

BACA JUGA :  Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad

Karya Lia telah teruji di berbagai ajang nasional dan internasional, mulai dari lolos IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia) Bank Indonesia Perwakilan Banten, hingga berpartisipasi dalam Jakarta Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2023-2025 melalui kolaborasi dengan desainer Malaysia dan Indonesia.

Kehadiran produk-produk Rhamala kini mulai merambah pasar global, menjadikan Serang sebagai salah satu titik produksi fesyen berskala internasional.

BACA JUGA :  Setu Fest 2025: Dari Ekonomi Lokal hingga Koperasi Merah Putih

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page