Ia menyebut, sejumlah menara pantau dan pos penyelamatan kini telah beroperasi di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak. Dinas Pariwisata juga akan menerbitkan imbauan resmi kepada pengelola wisata Tirta, agar seluruh kolam renang dan waterpark memiliki petugas keselamatan bersertifikat.
“Memiliki kolam renang tanpa penyelamat bukan kebanggaan. Justru itu berisiko tinggi. Petugas keselamatan bukan hanya penyelamat jiwa, tapi juga bagian dari keberhasilan bisnis wisata,” tegasnya.
Linda menilai, tantangan utama peningkatan kualitas Balawista terletak pada kesiapan mental dan fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka harus memenuhi standar kemampuan berenang dan berlari dalam jarak tertentu. Tidak semua siap, tapi ini bagian dari profesionalisme,” katanya.
Selain pelatihan rutin, Balawista juga mendapatkan pembekalan setiap enam bulan dari berbagai dinas terkait. Linda mengklaim, sejak 2017 hingga kini belum pernah ada laporan pelanggaran disiplin atau kelalaian tugas dari anggota Balawisata di Banten.
Perempuan yang juga dikenal aktif mendorong partisipasi masyarakat ini berharap warga sekitar kawasan wisata ikut berperan dalam pelatihan penyelamatan.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi Balawista. Bahkan kini anggota perempuan makin banyak—sebuah kemajuan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






