
Budi menambahkan, Pemkot Serang berharap masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa sekat perbedaan. Ia menekankan pentingnya menghormati antarumat beragama agar semangat toleransi semakin kuat.
“Kita ingin Kota Serang menjadi rumah bagi semua. Tidak ada mayoritas atau minoritas, semua setara dan hidup damai. Kota yang rukun akan cepat berkembang,” katanya.
Selain memperkuat nilai-nilai toleransi, kegiatan lintas agama juga diyakini dapat memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau budaya lintas agama bisa ditampilkan secara terbuka, ini akan jadi daya tarik wisata baru. Banyak orang akan datang ke Serang, menginap, dan berbelanja di sini. Dampaknya langsung terasa bagi UMKM lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menuturkan bahwa diklat ini menjadi bentuk tanggung jawab moral umat beragama dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menilai, kerukunan bukan hanya soal toleransi, tetapi juga tentang kemanusiaan.
“Agama tidak hanya mengatur hubungan dengan Tuhan, tapi juga hubungan antarsesama manusia tanpa memandang latar belakang. Dalam konteks inilah kita membangun harmonisasi,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






