“Kecolongan. Kadang-kadang saya punya birokrasi, aparatur, itu jangan kecolongan lagi. Berarti kan pengawasan, termasuk saya, kecolongan,” cetus Dimyati di Pendopo Gubernur Banten, Senin (25/8/2025).
“Wah, kok baru ketahuan, gitu. Harusnya kan dari awal saya sudah tahu.”
Dimyati menilai lemahnya koordinasi di internal pemerintahan menjadi akar masalah. Ia bahkan menganalogikan perangkat daerah sebagai mata dan tangan yang tidak berfungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berarti kan mata saya, kuping saya, tangan saya enggak bergerak ini. Tangan saya siapa nih? Tangan saya kan OPD-OPD. Birokrasi-birokrasi,” ucapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






