“Seru banget, apalagi ada hadiah menarik seperti GoPro, sepeda, dan motor. Rasanya seperti ikut pesta warna sekaligus olahraga,” katanya antusias.
“Seru dan sukses acaranya, semoga bisa semakin sering digelar, pasti Pesut ikut terus.”
Kegembiraan serupa juga dirasakan Vini dan Siti, pelari dari Bonang, Kabupaten Tangerang. Bagi mereka, ini adalah kali pertama mengikuti acara lari di malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini kali pertama, dan buat saya ternyata seru juga ya event lari di waktu malam seperti ini. Seru dan pengalaman baru buat kita,” ujar Vini.
Ketika jam menunjukkan pukul delapan malam, garis finis di Stadion Benteng Reborn kembali dipenuhi lautan manusia.
Mereka berlari, tertawa, dan saling melempar bubuk warna, mengubah kegelapan menjadi kanvas penuh warna. Diiringi musik yang membakar semangat, acara ini bukan hanya tentang jarak tempuh, melainkan tentang perayaan kebersamaan, energi, dan optimisme anak muda yang tak pernah padam.
Sebuah malam yang membuktikan, bahwa di bawah langit Kota Tangerang, kreativitas dan semangat bisa menyala terang. (Asn/Red)