“Makanya pembunuhan sampah asal Tangsel dikerjasamakan ke Pandeglang sambil menunggu proyek pembangkit infrastruktur Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik di Serpong selesai,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo mengatakan, kesepakatan biaya dari kontrak kerjasama selama empat tahun dengan biaya Rp250 ribu per ton. Sehingga, dapat diakumulasikan dana yang dihabiskan berkisar Rp193 miliar.
“Tahun pertama Rp 250 ribu, kedua Rp 260 ribu, ketiga Rp 270 ribu, tahun keempat Rp 280 ribu, tipping fee plus KDN. KDN include hitungannya di situ sekitar 20 ribu. Pembayaran setiap bulan periodik setelah kita melakukan pengiriman sampah. Jadi jasa dulu baru kita akan menerima tagihan,” ujarnya. (Red)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT






