Baharudin menambahkan, praktikum tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan pupuk organik. FORTUGIF juga mengenalkan pembuatan katalis, pembenah tanah, larutan mikroba, serta pestisida hayati dan nabati sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.
Menurutnya, katalis berperan membantu proses pemanfaatan nutrisi oleh tanaman, sedangkan pestisida hayati dan nabati dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan tanaman.
“Bukan hanya membuat pupuk. Kita juga membuat katalis sebagai penghubung antara tanah dan tanaman agar nutrisi yang sudah disiapkan bisa dimanfaatkan. Benteng pertahanan tanaman juga kita siapkan melalui pestisida hayati dan nabati,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan pertanian dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi biaya produksi. Rumput liar, gulma, akar-akaran, dan limbah organik lainnya dapat diolah menjadi bahan pendukung perbaikan tanah sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengolahannya.
Baharudin juga menyoroti pentingnya pemulihan kondisi tanah yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia secara tidak tepat.
Menurutnya, aktivitas mikroorganisme dan keanekaragaman hayati tanah perlu dijaga agar proses penguraian bahan organik berjalan optimal. Karena itu, penggunaan pupuk organik perlu dibarengi pengelolaan lahan yang tepat dan evaluasi kondisi tanah.
“Keanekaragaman hayati di dalam tanah harus kita kembalikan. Mikroba membantu mengolah bahan organik sehingga nutrisinya bisa dimanfaatkan tanaman. Kalau tanahnya semakin baik, pertumbuhan tanaman juga diharapkan semakin baik,” katanya.
Produksi 800 Liter Larutan, Petani Belajar dari Bahan Lokal
Dalam praktikum tersebut, FORTEGIF menyiapkan delapan drum dengan kapasitas masing-masing 100 liter. Total kapasitas larutan yang disiapkan mencapai 800 liter, dengan fungsi dan komposisi berbeda sesuai kebutuhan pengolahan pertanian.
Salah satu yang dipraktikkan adalah pembuatan larutan mikroba alami. Baharudin menjelaskan, larutan tersebut dapat diproses dalam waktu sekitar 12 hingga 48 jam, bergantung pada bahan dan metode yang digunakan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya