FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Forum Tani Organik Terpadu Indonesia (FORTEGIF) Saat Praktikum Pembuatan Pupuk Organik di Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang (Pung/totalbanten).

Baharudin menambahkan, praktikum tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan pupuk organik. FORTUGIF juga mengenalkan pembuatan katalis, pembenah tanah, larutan mikroba, serta pestisida hayati dan nabati sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.

Menurutnya, katalis berperan membantu proses pemanfaatan nutrisi oleh tanaman, sedangkan pestisida hayati dan nabati dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan tanaman.

“Bukan hanya membuat pupuk. Kita juga membuat katalis sebagai penghubung antara tanah dan tanaman agar nutrisi yang sudah disiapkan bisa dimanfaatkan. Benteng pertahanan tanaman juga kita siapkan melalui pestisida hayati dan nabati,” jelasnya.

Ia menilai, pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan pertanian dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi biaya produksi. Rumput liar, gulma, akar-akaran, dan limbah organik lainnya dapat diolah menjadi bahan pendukung perbaikan tanah sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengolahannya.

Baharudin juga menyoroti pentingnya pemulihan kondisi tanah yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia secara tidak tepat.

Menurutnya, aktivitas mikroorganisme dan keanekaragaman hayati tanah perlu dijaga agar proses penguraian bahan organik berjalan optimal. Karena itu, penggunaan pupuk organik perlu dibarengi pengelolaan lahan yang tepat dan evaluasi kondisi tanah.

“Keanekaragaman hayati di dalam tanah harus kita kembalikan. Mikroba membantu mengolah bahan organik sehingga nutrisinya bisa dimanfaatkan tanaman. Kalau tanahnya semakin baik, pertumbuhan tanaman juga diharapkan semakin baik,” katanya.

Produksi 800 Liter Larutan, Petani Belajar dari Bahan Lokal

Dalam praktikum tersebut, FORTEGIF menyiapkan delapan drum dengan kapasitas masing-masing 100 liter. Total kapasitas larutan yang disiapkan mencapai 800 liter, dengan fungsi dan komposisi berbeda sesuai kebutuhan pengolahan pertanian.

Salah satu yang dipraktikkan adalah pembuatan larutan mikroba alami. Baharudin menjelaskan, larutan tersebut dapat diproses dalam waktu sekitar 12 hingga 48 jam, bergantung pada bahan dan metode yang digunakan.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah
Kader Gerindra di Banten Dilaporkan Soal Investasi Emas, RM; Ngaku Tak Melakukan
Nelayan Kubang Puji Normalisasi Sungai Bermodal Cangkul, Pemerintah ke Mana?
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Senin, 28 September 2026 - 20:07

Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

Exit mobile version