Dinkes Banten juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berlangsung. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker.
Dinkes Banten memastikan stok masker tersedia untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan masker juga akan disalurkan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Banten, Lampung, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Ati menjelaskan, abu vulkanik tidak hanya berupa debu kasar yang terlihat mata. Partikelnya dapat berukuran sangat halus dan dalam kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paparan abu tersebut dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronis dan penyakit jantung.
Gangguan kesehatan juga dapat menyerang mata dan kulit. Paparan abu bisa menyebabkan mata merah, perih, berair, gatal hingga menimbulkan sensasi seperti terdapat benda asing pada mata.
“Dampak lainnya meliputi gangguan mata, iritasi kulit, hingga kontaminasi sumber air dan pangan yang tidak tertutup rapat. Selain itu, ada risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalanan yang licin,” jelas Ati.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya