Salah seorang warga Pandeglang, Asti Nurhidayah, mengaku membeli masker sebagai langkah antisipasi agar tidak terpapar abu vulkanik saat beraktivitas di luar rumah.
“Buat menghindari paparan abu vulkanik saya beli masker, karena bahaya kalau sampai ke saluran pernapasan,” kata Asti, Minggu (6/9/2026).
Asti mengatakan dirinya tidak hanya membeli satu bungkus masker. Ia memilih membeli dua boks sebagai persediaan jika sebaran abu vulkanik masih terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya beli banyak, sekarang saya beli dua boks buat jaga-jaga persediaan,” ujarnya.
Menurut Asti, keberadaan abu vulkanik mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat mengendarai sepeda motor, ia merasakan matanya perih dan tenggorokannya mulai tidak nyaman.
“Abu vulkanik ini kena mata, perih. Waktu saya bawa motor itu terasa perih, terus batuk-batuk,” tandasnya.
Editor : Engkos Kosasih







