“Nah, salah satunya karena kita ada media sosial. Ketika ada informasi baru yang kaitan dengan pengelolaan keuangan, dengan adanya grup tersebut bisa disebar langsung. Jadi tidak perlu kita sosialisasi mengumpulkan orang,” ujarnya.
Digitalisasi juga diterapkan dalam proses administrasi keuangan. Salah satunya melalui sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang kini dilakukan secara daring.
“Sekarang sudah tidak manual tapi online. Jadi SPM itu masuk, tidak diotorisasi lagi secara manual, melainkan langsung melalui aplikasi yang ada tersebut. Kita otorisasi lebih cepat. Sehingga nanti tidak lagi ada berkas yang tercecer,” kata Ishak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kinerja Pegawai Terus Dievaluasi
Ishak menilai kinerja SDM di BPKAD Kabupaten Serang saat ini sudah berjalan dengan baik. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dijaga melalui peningkatan kompetensi dan semangat kerja.
“Kebetulan sekarang sudah bagus. Hanya kita harus menjaga supaya semangatnya ini masih kuat. Adapun ketika berbicara masalah kekurangan di Kabupaten Serang itu pasti ada kekurangan. Cuma kita maksimalkan teman-teman yang ada sekarang,” ujarnya.
Ia mengatakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu, juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan tugas di BPKAD.
“Kalau saya lihat sebetulnya BPKAD ini sudah di jalurnya, sudah bisa jalan seperti itu. Adapun kalau tidak salah kita ada PPPK dan PPPK paruh waktu, kita manfaatkan juga mereka supaya bisa membantu teman-teman yang PNS,” kata Ishak.
Target Menjadi Ukuran Kinerja
Menurut Ishak, pencapaian program prioritas tidak dapat dipisahkan dari kinerja setiap pegawai. Setiap bidang memiliki target yang harus dicapai karena keterlambatan satu bagian dapat berdampak terhadap pencapaian target organisasi secara keseluruhan.
“Masing-masing kan punya kinerja yang diukur oleh kinerja masing-masing. Sekarang apalagi multitalenta ini harus ada. Jadi, ketika teman-teman di sini tidak mencapai target, itu pengaruh kepada kita juga pencapaian visi misinya,” ujarnya.
Ia mencontohkan proses pembentukan APBD. Jika produk atau tahapan yang seharusnya selesai tepat waktu mengalami keterlambatan, kondisi tersebut menunjukkan adanya kendala dalam pencapaian target.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya