Mukti juga menjelaskan bahwa bangunan SMPN 4 Serang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan sejarah Kota Serang.
Kompleks bangunan tersebut berdiri sejak 1922 pada era Hindia Belanda. Dalam perjalanannya, lokasi itu pernah difungsikan sebagai sekolah Tionghoa atau Chung Hua.
Setelah itu, bangunan tersebut juga pernah menjadi salah satu lokasi konsolidasi KAMI dan KAPI pasca-1965. Pada 1967, kompleks tersebut difungsikan sebagai Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), sebelum kemudian resmi bertransformasi menjadi SMP 4 Serang pada 1978.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan sejarah panjang tersebut, keberadaan gedung SMPN 4 Serang di Jalan Juhdi dinilai tidak hanya berkaitan dengan fungsi pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari jejak sejarah perkembangan Kota Serang.
Meski wacana relokasi terus bergulir, Mukti memastikan kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Serang tetap berjalan. Pihak sekolah juga terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa.
Terlebih, pada 2025 sekolah tersebut telah melakukan revitalisasi terhadap 13 ruangan. Revitalisasi mencakup ruang kelas, perpustakaan, tata usaha, laboratorium komputer, hingga ruang multimedia.
Mukti meminta para siswa tidak terpengaruh oleh polemik mengenai rencana relokasi dan tetap berkonsentrasi terhadap kegiatan pendidikan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







