Muhibbin memastikan distribusi air bersih tersebut akan dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan.
“Insyaallah berkelanjutan dan Tidar juga selalu kirim terus satu tangki sekitar 8.000 liter dan hampir tiap hari kita kirim terus,” tegasnya.
Namun, persoalan kekeringan di Serang Utara dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan distribusi air tangki. Dibutuhkan langkah jangka panjang untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhibbin mengatakan pihaknya mendorong optimalisasi layanan PDAM serta pembukaan sumber-sumber air baku baru.
“Terkait masalah penanganan jangka panjang sudah kita upayakan. Salah satu di antaranya adalah bagaimana kemudian kita mengoptimalkan layanan PDAM, terus menciptakan sumber air baru atau membuka sumber-sumber air baku sehingga masalah-masalah kekeringan ini enggak terlalu terdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain persoalan sumber air, normalisasi juga disebut menjadi salah satu langkah yang perlu didorong untuk mengatasi persoalan lingkungan dan ketersediaan air di wilayah tersebut.
Muhibbin menyebut normalisasi sejumlah wilayah menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pembiayaannya berkaitan dengan APBN. Karena itu, pihaknya mengaku akan terus melakukan koordinasi untuk mendorong program tersebut.
“Karena normalisasi ini adalah kewenangannya APBN, kita selalu mendorong dan berkoordinasi baik di DPRD dan juga pihak terkait yang ada di Kabupaten Serang. Doanya saja, insyaallah semuanya bisa berjalan dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terpenuhi semua,” pungkasnya.
Editor : Engkos Kosasih