Febriyanto juga menjelaskan bahwa bantuan benih yang digunakan petani berasal dari APBD Kabupaten Serang melalui DKPP.
Bantuan tersebut, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada satu kelompok penerima saja, tetapi dapat terus bergulir dan memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.
“Dana itu tidak perlu dikembalikan kepada OPD, namun terus digulirkan kepada masyarakat untuk berkesinambungan, membangun petani agar kredibilitas dalam bercocok tanam dan swasembada pangan terus lestari,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mendorong produksi bawang merah, Pemkab Serang juga menargetkan pengembangan Kampung Hortikulturadi sejumlah wilayah.
Febriyanto menyampaikan, Bupati Serang berharap masyarakat, khususnya para petani dan penyuluh pertanian, dapat bersama-sama mendorong terbentuknya kampung-kampung hortikultura.
Program tersebut juga sejalan dengan Gerakan Pangan Perempuan yang digagas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
“Jadi setiap kampung, ibu-ibu segera memberdayakan diri, memanfaatkan diri untuk bermanfaat kepada masyarakat, menjadikan kampungnya Kampung Hortikultura,” tuturnya.
Panen raya tersebut dilakukan secara simbolis oleh Asda II Febriyanto bersama Kepala DKPP Suhardjo, Kepala Diskoperindag Adang Rahmat, Kabid KIP Diskominfo Ahmad Jajuli, Kepala BRMP Banten Andry Polos, unsur Muspika serta para petani.
Melalui perluasan lahan, bantuan benih dan pola tanam secara bertahap, Pemkab Serang menargetkan produksi bawang merah terus meningkat. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi lokal sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah dan membantu pengendalian inflasi.
Editor : Engkos Kosasih







