TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus menggenjot produksi bawang merah sebagai salah satu strategi menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Ratu Tani Bahagia yang mendorong peningkatan produksi komoditas hortikultura.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan dilaksanakannya panen raya bawang merah di Kampung Pegandikan, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Senin (24/8/2026).
Panen raya ini merupakan bagian dari program bantuan benih yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Pemerintah daerah berharap produksi bawang merah lokal dapat terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa ditekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius karena masuk dalam bahan pokok penting sekaligus menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi.
“Bawang merupakan salah satu dari sebelas bahan pokok penting dan penyumbang inflasi. Makanya kita mencoba untuk mengembangkan terus,” ujarnya.
Menurut Suhardjo, kebutuhan bawang merah masyarakat Kabupaten Serang tergolong tinggi. Berdasarkan perhitungan DKPP, kebutuhan bawang merah mencapai sekitar 5.100 ton per tahun atau sekitar 400 ton setiap bulan.
“Kalau kita hitung per minggunya itu habis 100 ton. Nah, kita itu kalau misalnya per harinya itu kurang lebih 15 ton itu dibutuhkan,” katanya.
Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, produksi bawang merah Kabupaten Serang masih belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.
Suhardjo menyebutkan, produksi bawang merah pada 2025 hanya mencapai sekitar 74 ton dari target 76 ton. Kondisi itu membuat hasil produksi lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat, sebelum kembali membutuhkan pasokan dari luar daerah.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkab Serang pada 2026 mengembangkan tanaman bawang merah melalui APBD dengan luasan lahan mencapai 16,5 hektare.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







