Ratu Tani Bahagia Jadi Alternatif Tekan Inflasi di Kabupaten Serang

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen Raya Bawang Merah, Ratu Tani Bahagia (dok;totalbanten).

Panen Raya Bawang Merah, Ratu Tani Bahagia (dok;totalbanten).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus menggenjot produksi bawang merah sebagai salah satu strategi menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Ratu Tani Bahagia yang mendorong peningkatan produksi komoditas hortikultura.

Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan dilaksanakannya panen raya bawang merah di Kampung Pegandikan, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Senin (24/8/2026).

Panen raya ini merupakan bagian dari program bantuan benih yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Pemerintah daerah berharap produksi bawang merah lokal dapat terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa ditekan.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius karena masuk dalam bahan pokok penting sekaligus menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi.

“Bawang merupakan salah satu dari sebelas bahan pokok penting dan penyumbang inflasi. Makanya kita mencoba untuk mengembangkan terus,” ujarnya.

BACA JUGA :  Safari Ramadan Pemkab Serang Sasar 10 Kecamatan, Salurkan Bantuan untuk Yatim dan Lembaga Keagamaan

Menurut Suhardjo, kebutuhan bawang merah masyarakat Kabupaten Serang tergolong tinggi. Berdasarkan perhitungan DKPP, kebutuhan bawang merah mencapai sekitar 5.100 ton per tahun atau sekitar 400 ton setiap bulan.

“Kalau kita hitung per minggunya itu habis 100 ton. Nah, kita itu kalau misalnya per harinya itu kurang lebih 15 ton itu dibutuhkan,” katanya.

Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, produksi bawang merah Kabupaten Serang masih belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

BACA JUGA :  Polemik THR Pekerja PT Asietex Serang; Bipartit Buntu, Sengketa Berlanjut

Suhardjo menyebutkan, produksi bawang merah pada 2025 hanya mencapai sekitar 74 ton dari target 76 ton. Kondisi itu membuat hasil produksi lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat, sebelum kembali membutuhkan pasokan dari luar daerah.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkab Serang pada 2026 mengembangkan tanaman bawang merah melalui APBD dengan luasan lahan mencapai 16,5 hektare.

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page