Namun, keterangan pelaksana mengenai luka ringan tersebut perlu dilihat bersama dengan catatan medis dari Puskesmas Carenang.
Kepala Puskesmas Carenang, Yeni, membenarkan bahwa dua korban insiden pembangunan jembatan memang sempat mendapat penanganan di fasilitas kesehatan tersebut.
“Sekitar jam tiga atau jam empat di hari Jumat ada dua korban yang dibawa ke Puskesmas dan langsung dibawa ke UGD,” kata Yeni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yeni, salah satu korban mengalami cedera pada bagian pergelangan tangan dan kaki. Sementara korban lainnya mengalami luka di paha kanan hingga tidak dapat berdiri.
“Kalau untuk lukanya sudah kita lakukan penanganan, seperti penjahitan sebanyak dua kali jahitan. Pasien ini membutuhkan rontgen untuk memastikan luka patah atau bagaimana keadaan dalamnya,” ujarnya.
Pihak Puskesmas kemudian menyarankan kedua korban menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit. Namun, keduanya disebut menolak dan memilih menjalani pengobatan di tempat pengobatan alternatif patah tulang.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya