Anggaran Tenaga Ahli Banten Rp55,47 Miliar, Data Rekrutmen dan Pekerjaan Sulit Diakses

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:10

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

BEM Nusantara (BEM Nus) Banten, membahas anggaran belanja tenaga ahli bersama pejabat Kominfo Banten, Dok (Totalbanten.com)

Dibandingkan dengan Penghasilan PPPK

Persoalan belanja tenaga ahli juga mendapat perhatian dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ketua Forum Pegawai Non-PNS Banten, Taufik Hidayat, mengatakan kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai rasa keadilan, terutama karena masih terdapat PPPK yang menerima penghasilan relatif terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Taufik, PPPK penuh waktu dengan pendidikan sarjana menerima gaji sekitar Rp3,5 juta. Setelah ditambah Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dan tunjangan keluarga, penghasilannya sekitar Rp4,2 juta per bulan.

Sementara PPPK paruh waktu menerima sekitar Rp2 juta tanpa tunjangan tambahan.

“PPPK penuh waktu digaji sekitar Rp3,5 juta ditambah TPP Rp350 ribu dan tunjangan lain jadi total sekitar Rp4,2 juta. Kalau paruh waktu sekitar Rp2 juta lebih tanpa menerima tunjangan lagi,” kata Taufik, Senin (27/7/2026).

Ia berharap pemerintah juga mempertimbangkan peningkatan TPP bagi PPPK.

“Harapan kami TPP jangan hanya Rp350 ribu. Selama ini alasannya tidak ada anggaran. Tapi faktanya anggaran untuk tenaga ahli mencapai Rp55 miliar. Mereka mah lebih sejahtera dari kita,” ujarnya.

Taufik menilai sebagian pekerjaan yang dikerjakan tenaga ahli sebenarnya dapat ditangani PPPK yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Menunggu Data Dibuka

Penjelasan Diskominfo mengenai berkurangnya jumlah tenaga ahli memberikan gambaran mengenai kebutuhan teknis di lingkungan pemerintah daerah. Namun, pertanyaan mengenai keterbukaan data masih menjadi pekerjaan berikutnya.

Publik membutuhkan informasi yang lebih rinci mengenai siapa yang bekerja, pekerjaan apa yang dilakukan, nilai kontraknya, dasar kebutuhannya, serta hasil yang diberikan kepada pemerintah.

Dengan anggaran mencapai Rp55,47 miliar dalam 184 paket pekerjaan, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat menilai apakah belanja tersebut telah sesuai kebutuhan dan menghasilkan manfaat yang sepadan.

Persoalannya, bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya tenaga ahli, melainkan seberapa mudah masyarakat dapat menelusuri penggunaan uang publik hingga mengetahui hasil pekerjaan yang dibayar dari APBD.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

Exit mobile version