“Betonnya memang dari swadaya masyarakat. Saat debit air besar, pondasinya tergerus arus, ditambah sampah yang terbawa sungai,” ujarnya.
Proses pembangunan jembatan berlangsung sekitar 48 hari. Selama pekerjaan berlangsung, warga ikut bergotong royong membantu para pekerja.
“Warga ikut terlibat. Saya sendiri hampir setiap hari berada di sini melihat proses pembangunannya. Sekitar satu bulan setengah akhirnya selesai,” kata dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum jembatan kembali berdiri, warga terpaksa memutar melalui jalur lain yang memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan akses yang biasa mereka gunakan.
“Kalau jembatan ini tidak ada, warga harus memutar lewat Tambak, Pringbulung, sampai Cikande. Perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam dibandingkan lewat sini,” tuturnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







