“Saudara sudah sukses menjadi Paskibraka. Bahkan ada yang menjadi Paskibraka tingkat nasional. Tapi, ingat, saudara juga harus sukses dalam prestasi akademik,” ujarnya.
Pesan tersebut lahir dari keyakinan bahwa kepemimpinan tidak dibentuk oleh kedisiplinan semata. Seorang pemimpin juga membutuhkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan wawasan yang terus berkembang melalui pendidikan.
Karena itu, menurut Dimyati, prestasi akademik tidak boleh ditinggalkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar para peserta tumbuh menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan, para peserta akan menjalani berbagai tahapan pembinaan. Mereka akan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, ketepatan mengambil keputusan, hingga membangun semangat kebersamaan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai, melainkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera. Ini adalah proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan,” kata Dimyati.
Ia menilai para anggota Paskibraka merupakan bagian dari calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, mereka harus mampu menjaga nama baik, sikap, dan integritas, baik selama mengikuti pelatihan maupun ketika kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya