Ia menambahkan, gagal panen akibat kekeringan bukan kali pertama terjadi di Desa Binong. Namun, tahun ini menjadi yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun-tahun sebelumnya memang ada gagal panen, tetapi hanya sekitar 10 hektare. Tahun ini hampir merata. Di sini kalau musim hujan kebanjiran, kalau musim kemarau kekeringan parah,” tuturnya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Desa Binong berharap pemerintah daerah melalui dinas pertanian segera memberikan perhatian serius, baik melalui pembangunan sistem irigasi maupun bantuan kepada petani yang mengalami kerugian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ali mengatakan, para petani telah mengeluarkan modal besar mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga biaya tenaga kerja. Namun seluruh investasi tersebut hilang karena tanaman mati sebelum memasuki masa panen.
“Saya kasihan kepada masyarakat. Mereka sudah mengeluarkan modal, membayar ongkos menggarap sawah, membeli benih dan pupuk, tetapi akhirnya gagal total. Harapan kami pemerintah bisa membantu melalui bantuan bibit, pupuk, atau bentuk penggantian atas kerugian yang sudah dialami petani,” katanya.
Editor : Engkos Kosasih








