“Yang paling utama itu air. Kalau pupuk masyarakat tetap beli meski susah. Tapi kalau air tidak ada, petani tidak bisa berbuat apa-apa. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pengadaan air yang stabil, sehingga saat musim kemarau sawah tetap bisa dialiri irigasi,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, dari total lahan terdampak, sekitar 80 persen tanaman padi mengalami gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Blok 2, Blok 3, Blok 10, dan Blok 12. Hanya sebagian kecil sawah di Blok 1 yang masih bisa dipanen karena mendapat pasokan air dari jaringan irigasi.
“Gagal panen hampir 80 persen. Yang masih bisa panen hanya sekitar 10 persen di Blok 1 karena ada irigasi,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kondisi tersebut, Ali mempertanyakan efektivitas program yang dijalankan dinas pertanian, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar petani, yakni penyediaan air untuk lahan persawahan.
“Kami ingin tahu program apa saja yang sudah dijalankan untuk kelompok tani di Desa Binong. Sudah tepat sasaran atau belum? Karena yang paling dibutuhkan petani saat ini adalah air,” ujarnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








