Jurnalisme di Persimpangan Zaman: Antara Kecepatan, Algoritma, dan Tanggung Jawab Publik

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jurnalisme di persimpangan. (Dok)

Ilustrasi Jurnalisme di persimpangan. (Dok)

Dunia jurnalisme sedang berada di salah satu titik perubahan terbesar dalam sejarahnya. Jika dahulu media menjadi satu-satunya gerbang informasi, hari ini setiap orang dapat menjadi penyebar berita hanya dengan satu sentuhan jari melalui telepon genggam. Informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memverifikasi kebenarannya.

Perubahan tersebut melahirkan sebuah paradoks. Di satu sisi, masyarakat memiliki akses informasi yang belum pernah sebesar ini. Di sisi lain, publik justru semakin sulit membedakan mana fakta, mana opini, dan mana propaganda yang dikemas menyerupai berita.

Era digital telah mengubah cara orang mengonsumsi informasi. Jika dulu masyarakat membaca koran setiap pagi atau menunggu siaran berita pada jam tertentu, kini informasi hadir tanpa henti selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Algoritma media sosial menjadi “redaktur baru” yang menentukan berita apa yang muncul di hadapan publik. Sayangnya, algoritma tidak bekerja berdasarkan kepentingan publik, melainkan berdasarkan tingkat keterlibatan pengguna.

Semakin kontroversial sebuah isu, semakin besar peluangnya untuk mendapatkan perhatian. Akibatnya, banyak media terjebak dalam perlombaan mengejar klik.

Judul sensasional, konflik yang dibesar-besarkan, hingga informasi yang belum terverifikasi sering kali lebih menarik perhatian dibandingkan laporan mendalam yang membutuhkan riset dan investigasi panjang.

Dalam situasi seperti ini, jurnalisme menghadapi ancaman serius: kehilangan fungsi utamanya sebagai penjaga kepentingan publik.

Penulis : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa yang Tertinggal Sendirian di Serang
Membangun Media di Tengah Runtuhnya Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:25

Desa yang Tertinggal Sendirian di Serang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:17

Membangun Media di Tengah Runtuhnya Kepercayaan Publik

Berita Terbaru