Dalam pemaparannya bertajuk “Membangun Budaya Integritas di Sekolah”, Fitri menegaskan bahwa perilaku yang sering dianggap sepele dapat menjadi pintu masuk praktik korupsi apabila terus dibiarkan.
Menurut dia, budaya integritas harus dibangun sejak lingkungan sekolah melalui kebiasaan sehari-hari yang menjunjung kejujuran dan akuntabilitas. Guru menjadi aktor utama karena setiap tindakan mereka akan menjadi contoh yang direkam dan ditiru peserta didik.
Fitri menilai pencegahan korupsi akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pembentukan budaya integritas dibandingkan hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui transparansi pengelolaan anggaran sekolah, akuntabilitas penggunaan dana pendidikan, pengawasan yang melibatkan berbagai pihak, serta pembiasaan perilaku jujur dalam aktivitas belajar mengajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga memperkenalkan sembilan nilai integritas yang dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Nilai-nilai itu diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi menjadi karakter yang diterapkan guru dalam keseharian sehingga dapat diwariskan kepada peserta didik.
Editor : Andre Sopian
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








