“Hasil uji laboratorium memang menunjukkan BOD dan COD tinggi. Sumbernya bisa berasal dari limbah domestik masyarakat maupun aktivitas usaha,” kata Wawan.
Kondisi kualitas air Sungai Ciujung juga tercermin dari hasil pengukuran kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen atau DO) di sekitar saluran pembuangan lagoon PT IKPP. Pada titik hulu maupun hilir, kadar DO tercatat 0 miligram per liter (mg/L).
Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, kadar DO minimal untuk air sungai kelas II adalah 4 mg/L. Rendahnya kandungan oksigen terlarut menunjukkan kemampuan sungai untuk menopang kehidupan organisme perairan berada pada kondisi yang sangat terbatas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa Sungai Ciujung sedang mengalami tekanan pencemaran yang serius.
Selain aktivitas pembuangan limbah, kondisi kemarau yang menyebabkan debit air menurun diduga memperburuk kualitas air karena kemampuan sungai untuk mengencerkan beban pencemar menjadi semakin kecil.
Editor : Andre Sopian
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya