Menurut dia, fakta baru muncul pada hari pendaftaran jalur prestasi nonakademik, Kamis (2/7/2026). Pada pukul 11.18 WIB, data peserta masih tercatat menggunakan prestasi juara II tingkat kabupaten/kota.
Namun pada malam harinya, sekitar pukul 20.25 WIB, data tersebut berubah. Jalur prestasi yang sebelumnya digunakan berganti menjadi Tahfiz 3 juz dengan bobot nilai enam poin.
Perubahan itulah yang disebut membuat panitia sekolah terkejut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami kaget karena tiba-tiba muncul sertifikat Tahfiz 3 juz dengan bobot enam poin. Padahal sebelumnya yang diverifikasi adalah prestasi olahraga dan itu pun tanpa sertifikat,” ujarnya.
Menurut Mala, dokumen Tahfiz yang diunggah dalam sistem juga belum memiliki legalitas yang dapat dipastikan keabsahannya karena tidak disertai validasi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Atas temuan tersebut, panitia SPMB kemudian memanggil orang tua dan calon peserta didik untuk melakukan klarifikasi serta validasi dokumen.
Namun hingga batas waktu yang ditentukan, pihak sekolah menyebut keduanya tidak hadir memenuhi panggilan tersebut.
“Karena tidak hadir untuk melakukan klarifikasi, panitia memutuskan membatalkan pendaftaran pada tahap seleksi. Jadi bukan setelah pengumuman lalu namanya hilang,” kata Mala.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya