“Pihak helpdesk provinsi menyampaikan bahwa data anak saya memang pernah masuk dalam sistem dan berstatus diterima sementara. Karena itu saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya nama anak saya hilang,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah sempat menghubungi suaminya melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa anaknya tidak dapat diterima di SMA Negeri 2 Kota Serang.
“Awalnya disampaikan akan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada ketua panitia. Namun setelah itu kami kembali dihubungi dan diberi tahu bahwa anak kami tetap tidak bisa diterima,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Kepala SMAN 2 Kota Serang, Mala Leviana, mengatakan bahwa hal tersebut sudah sesuai sistem.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







