Menurut dia, penjelasan yang diterima dari pihak sekolah menyebutkan bahwa perubahan tersebut terjadi karena mekanisme sistem pusat. Namun alasan itu dinilai belum menjawab persoalan yang dialaminya.
Ia menilai terdapat kejanggalan karena sejumlah peserta lain dengan bobot nilai lebih rendah justru dinyatakan diterima.
“Kalau memang ada peserta dengan bobot nilai 5 yang diterima, seharusnya anak saya yang memiliki bobot nilai 6 juga mendapat kesempatan yang sama. Yang saya pertanyakan bukan hanya hasilnya, tetapi proses dan transparansinya,” ujar Novi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Novi mengaku telah berupaya mencari penjelasan dengan menghubungi helpdesk SPMB Provinsi Banten. Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh informasi bahwa data anaknya sempat tercatat dalam sistem dengan status diterima sementara.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







