Kendati biaya pengadaan meningkat, pihak rumah sakit menegaskan pelayanan kepada pasien tidak akan dikurangi. Pengadaan obat dan bahan habis pakai medis tetap menjadi prioritas utama agar pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Kami tetap memprioritaskan pengadaan obat dan bahan habis pakai untuk pasien, baik pasien operasi, tindakan medis, maupun pelayanan lainnya. Bagaimanapun obat harus tersedia,” ujarnya.
Rachmat menambahkan, sejumlah obat untuk penyakit kronis dan kondisi darurat wajib selalu tersedia. Di antaranya obat jantung, diabetes, penyakit ginjal, hingga tuberkulosis (TBC). Ketersediaan obat-obatan tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan terapi pasien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau obat tidak tersedia, pasien tentu tidak bisa melanjutkan pengobatan. Itu yang harus kami hindari karena bisa berdampak pada proses penyembuhan pasien,” katanya.
Ia menilai kenaikan harga obat secara umum masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan. Pemerintah pusat melalui mekanisme pengadaan nasional dan pengawasan regulator masih berperan dalam menjaga stabilitas harga obat.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








