Pemprov Banten Hamburkan Rp110 Miliar untuk Makan dan Minum saat 772.780 Warga Masih Miskin

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah masih adanya 772.780 warga miskin di Banten, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran belanja makanan dan minuman sebesar Rp110,44 miliar dalam APBD Tahun 2026. (Ilustrasi)

Di tengah masih adanya 772.780 warga miskin di Banten, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran belanja makanan dan minuman sebesar Rp110,44 miliar dalam APBD Tahun 2026. (Ilustrasi)

Berdasarkan dokumen Peraturan Gubernur Banten nomor 49 tahun 2025, tentang penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 ada lima pos belanja makan dan minum yang totalnya fantastis.

Nilai terbesar berada pada belanja makanan dan minuman jamuan tamu yang mencapai Rp46,78 miliar. Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan pos lainnya.

BACA JUGA :  IMC Minta Kejari Cilegon Serius Tangani Dugaan Korupsi Reses DPRD 2024-2025

Sementara untuk belanja makanan dan minuman rapat dialokasikan sebesar Rp30,75 miliar. Adapun belanja makanan dan minuman pada fasilitas pelayanan urusan pendidikan mencapai Rp25,24 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian makan dan minum aktivitas lapangan Rp5,23 miliar, dan fasilitas pelayanan urusan sosial Rp2,44 miliar.
Jika digabungkan, total belanja makan dan minum tersebut mencapai Rp110,44 miliar.

BACA JUGA :  Dua Maling Spesialis Toko di Serang Dibekuk, Ngaku Sudah Beraksi Dua Kali

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Untirta Banten, Ahmad Sururi menilai Pemerintah Provinsi Banten tidak memiliki kepekaan sosial. Sehingga menghambur-hamburkan anggaran untuk belanja yang tidak berdampak secara langsung kepada masyarakat.

Seharusnya kata Sururi, di tengah masih tingginya angka kemiskinan, pemerintah daerah lebih memprioritaskan anggaran pada program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA :  Dua Forum Mahasiswa di Lebak dapat Hibah Rp1,7 Miliar, Sekretariat Fiktif?

“Pemerintah Provinsi Banten seharusnya memiliki kepekaan terhadap kebutuhan riil masyarakat. Kita tahu kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, masih sangat besar,” kata Sururi.

Ia menilai besarnya alokasi belanja konsumsi birokrasi menjadi kontras dengan kondisi masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page