Rendahnya angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih mengandalkan skema jaminan kesehatan pemerintah dibandingkan perlindungan kesehatan komersial.
Peran Perusahaan dalam Perlindungan Kesehatan Pekerja
Data juga menunjukkan adanya kontribusi perusahaan atau kantor dalam penyediaan jaminan kesehatan bagi pekerja. Kota Cilegon menjadi daerah dengan persentase tertinggi, yakni 8,11 persen, diikuti Kota Tangerang Selatan 6,49 persen, Kabupaten Tangerang 6,14 persen, dan Kabupaten Serang 4,19 persen.
Sementara itu, Kota Serang mencatat angka terendah dengan hanya 0,10 persen penduduk yang memperoleh jaminan kesehatan melalui perusahaan atau tempat bekerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamat kebijakan kesehatan menilai tingginya dominasi peserta BPJS PBI menunjukkan program bantuan pemerintah masih menjadi instrumen utama dalam menjaga akses layanan kesehatan masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikator bahwa sebagian besar warga masih berada dalam kelompok yang membutuhkan dukungan negara untuk membayar iuran kesehatan.
Di sisi lain, perbedaan capaian antarwilayah memperlihatkan adanya tantangan dalam pemerataan perlindungan kesehatan. Daerah dengan tingkat kepesertaan rendah berpotensi menghadapi risiko lebih besar terhadap akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Data Singkat Kepemilikan Jaminan Kesehatan di Banten
- BPJS Kesehatan PBI: 73,85 persen
- Jamkesda: 2,70 persen
- Asuransi swasta: 1,00 persen
- Jaminan kesehatan perusahaan/kantor: 4,30 persen
- Kepesertaan BPJS PBI tertinggi: Kota Tangerang (90,30 persen)
- Kepemilikan Jamkesda tertinggi: Kota Cilegon (55,51 persen)
- Kepemilikan asuransi swasta tertinggi: Kota Tangerang Selatan (3,70 persen)
- Jaminan kesehatan perusahaan tertinggi: Kota Cilegon (8,11 persen)
Catatan redaksi: Data menggambarkan persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan menurut jenis kepesertaan. Seseorang dapat tercatat memiliki lebih dari satu jenis perlindungan kesehatan sehingga persentase antar-kategori tidak dapat dijumlahkan secara langsung.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : BPS Banten








