“Kalau berbicara kenaikan kurs dolar mungkin ada pengaruhnya, tetapi tidak signifikan. Karena mayoritas nasabah kami lebih banyak pada pembiayaan konsumtif dibanding sektor yang sangat bergantung terhadap kurs,” ujarnya.
Ia menjelaskan tekanan terhadap kualitas kredit lebih banyak berasal dari kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk penerapan regulasi pencadangan kredit atau CKPN serta menurunnya kemampuan bayar sebagian debitur.
“Di samping sekarang ada regulasi terkait CKPN, kita juga melihat ada debitur dari kalangan karyawan swasta yang mengalami PHK,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mempercepat pemulihan, BPR Serang telah membentuk tim penanganan kredit bermasalah yang melibatkan unsur penagihan, pendamping hukum, hingga dukungan internal perusahaan.
“Kita bentuk tim penagihan, tim lawyer, dan dukungan internal untuk menyelesaikan kredit macet yang ada di BPR,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, manajemen menargetkan nilai NPL dapat ditekan hingga berada di bawah Rp10 miliar sebelum akhir tahun.
“Harapan kami tim ini berjalan efektif sehingga tunggakan bisa tertagih dan NPL turun sesuai target,” tuturnya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com







