Kredit Macet di BPR Serang Tembus Rp30 Miliar, Pemkab Dorong Pembentukan Satgas

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah kabupaten Serang Dorong Pembentukan Satgas Minimalisir Angka Kredit Macet di Bank Perkreditan Rakyat

Pemerintah kabupaten Serang Dorong Pembentukan Satgas Minimalisir Angka Kredit Macet di Bank Perkreditan Rakyat

Pemkab Serang juga menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan penuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga kepercayaan masyarakat.

Langkah lainnya adalah pembentukan Satgas atau Tim Khusus (Divisi Recovery) untuk menangani dan menagih kredit yang kurang lancar maupun yang telah bermasalah.

“Kami percaya BPR Serang punya fondasi yang kuat: jaringan yang dekat dengan masyarakat, pemahaman mendalam terhadap UMKM Serang, dan komitmen SDM-nya. Tugas kami sebagai pemegang saham adalah memastikan bank ini tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh lebih tangguh,” ujarnya.

Febri menegaskan, Pemkab Serang akan terus mengawal kinerja BPR Serang agar tetap menjadi mitra terpercaya bagi perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Serang.

Sebelumnya, Direktur Utama BPR Serang Dadi Suryadi mengungkapkan bahwa NPL sekitar Rp30 miliar masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan sepanjang tahun ini.

BACA JUGA :  Belanja Perjalanan Dinas Legislatif dan Eksekutif di Kabupaten Serang Capai Rp64,5 Miliar, Pejabat BPKAD Tak Berani Berkomentar

“Kalau NPL di 2026 memang masih besar, posisinya sekitar Rp30 miliar. Karena itu sekarang fokus kami bukan hanya ekspansi, tetapi bagaimana menyelesaikan kredit bermasalah yang ada,” kata Dadi.

Menurut Dadi, kenaikan kredit bermasalah tidak sepenuhnya dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab mayoritas nasabah BPR Serang lebih banyak berada pada sektor pembiayaan konsumtif dibanding sektor yang sangat bergantung pada kurs mata uang asing.

BACA JUGA :  Distribusi 62 Ton Beras untuk Korban Banjir di Kabupaten Serang Disorot-Ditumpangi Oknum DPRD

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah
Kader Gerindra di Banten Dilaporkan Soal Investasi Emas, RM; Ngaku Tak Melakukan
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Senin, 28 September 2026 - 20:07

Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page