Ketua Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Lebak, Ace Sumirsa Ali, mengungkapkan bahwa turnamen ini diikuti oleh 168 peserta.
Para peserta tidak hanya datang dari wilayah Banten, tetapi juga merambah ke berbagai provinsi lain di Indonesia.
Ace menambahkan, penggunaan sistem delapan babak ini sengaja diterapkan agar seluruh peserta mendapatkan porsi bertanding yang maksimal guna menguji strategi dan mental bertanding mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sistem pertandingan yang digunakan adalah delapan babak. Artinya, setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertanding sebanyak delapan kali guna mengumpulkan poin tertinggi,” jelas Ace.
Melalui kompetisi yang ketat dan kompetitif ini, diharapkan atmosfer olahraga catur di Banten tetap hidup sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon grandmaster Indonesia di masa depan.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com








