Ratusan Calon Paskibraka Kabupaten Serang Gugur, 80 Peserta Menunggu Hasil Akhir

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Calon Paskibraka Kabupaten Serang Gugur Saat Menghadapi Tes TWK, TIU dan Kesehatan Serta 80 Peserta Menunggu Hasil Akhir

Ratusan Calon Paskibraka Kabupaten Serang Gugur Saat Menghadapi Tes TWK, TIU dan Kesehatan Serta 80 Peserta Menunggu Hasil Akhir

Lebih lanjut, sebanyak 80 peserta akan mengikuti tes Samapta (fisik) dan tes baris-berbaris (PBB),Pada aspek fisik, kriteria ketat diberlakukan tanpa kompromi. Selain tinggi badan dan postur, kesehatan mata menjadi parameter krusial.

“Tes kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Penggunaan kacamata, misalnya, secara otomatis menggugurkan kepesertaan,” ujar Haryadi.

Dalam tes Samapta, peserta ditantang untuk menunjukkan ketahanan fisik melalui lari selama 12 menit. Penilaian didasarkan pada jarak tempuh atau jumlah putaran yang mampu dicapai. Akumulasi nilai dari seluruh rangkaian tes, termasuk sesi wawancara akhir, akan menjadi penentu kelulusan yang diumumkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, ia mengatakan seleksi calon Paskibraka kali ini berbeda dengan kegiatan seremonial biasa, Paskibraka memiliki masa bakti satu tahun penuh dan bertugas dalam dua momentum

“Para anggota paskibraka akan menjalani masa bakti satu tahun yang terpilih nantinya akan bertugas dalam dua momentum kenegaraan utama: pengibaran bendera pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus dan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni tahun berikutnya, ” Kata Haryadi.

BACA JUGA :  Tertib Administrasi Harga Mati, 170 Ormas di Kabupaten Serang Masuk Basis Data

Disisi lain, ia mengungkapkan hal yang lebih penting ialah sistem regenerasi, karna ini bisa memenuhi unsur satu tahun masa bakti

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page