TOTALBANTEN, TANGGERANG- Ribuan pelajar memadati Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026). Di tengah gegap gempita kompetisi seni, olahraga, dan sains, Pemerintah Provinsi Banten menjadikan Gebyar Talenta Banten 2026 bukan sekadar ruang unjuk kemampuan siswa, melainkan juga panggung penegasan integritas pendidikan.
Pesan itu mengemuka saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti mengapresiasi peluncuran program sekolah aman dan nyaman yang digagas Pemprov Banten. Program tersebut disebut sebagai yang pertama di Indonesia.
“Ini adalah yang pertama se-Indonesia. Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Banten beserta seluruh jajaran atas penyelenggaraan Gebyar Talenta Banten 2026 serta peluncuran sekolah aman dan nyaman,” ujar Abdul Mu’ti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang diikuti 3.416 siswa SMA, SMK, dan SKH dari seluruh kabupaten dan kota di Banten itu menjadi etalase berbagai talenta pelajar. Namun, di balik semarak acara, pemerintah juga menyoroti persoalan mendasar di dunia pendidikan, mulai dari budaya gratifikasi hingga praktik titip-menitip dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Gubernur Banten Andra Soni secara terbuka mengingatkan masih adanya praktik korupsi kecil atau petty corruption yang kerap dianggap lumrah di lingkungan pendidikan.
“Masih terdapat tindakan-tindakan korupsi yang dimulai dari skala kecil yang kita kenal dengan istilah petty corruption,” kata Andra.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






