“Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda. Karena itu kita harus saling menghormati dan mendampingi anak-anak mengembangkan bakat sesuai kemampuan mereka,” ujarnya.
Menteri juga mengapresiasi kebijakan bantuan pendidikan bagi siswa sekolah negeri maupun swasta yang dijalankan Pemprov Banten. Kebijakan tersebut dinilai menjadi model pendidikan inklusif yang dapat direplikasi daerah lain.
Pemprov Banten sendiri mengklaim telah menggandeng 801 sekolah swasta dalam program sekolah gratis. Pada 2025, program itu disebut telah menjangkau 60.705 siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menjadi arena kompetisi, Gebyar Talenta Banten 2026 juga diisi deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman serta peluncuran sekolah Adiwiyata tingkat SMA, SMK, dan SKH.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun generasi yang unggul sekaligus berkarakter.
“Kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi bagaimana sekolah menjadi ruang pengembangan karakter, kreativitas dan talenta peserta didik,” katanya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






