Disuntik Dana CSR Jerman Rp 3,5 Miliar, Proyek Waterway Kota Tangerang Berujung Mangkrak

Senin, 4 Mei 2026 - 11:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Proyek transportasi air (waterway) di Kota Tangerang, Banten yang sempat digadang-gadang sebagai solusi kemacetan, kini menjadi sorotan.

Meski pernah disokong dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Jerman senilai Rp 3,5 miliar, fasilitas tersebut tak kunjung beroperasi dan justru terbengkalai.

Di kawasan Kalipasir, dermaga yang dibangun di bantaran Sungai Cisadane berdiri tanpa aktivitas. Tak ada perahu, apalagi penumpang. Yang tersisa hanya struktur beton dan jejak ambisi transportasi yang tak pernah benar-benar dijalankan.

Warga setempat, Amir, mengingat betul awal proyek itu diperkenalkan. Ia menyebut waterway dirancang sebagai jalur alternatif dari Bogor menuju Tangerang untuk mengurangi beban lalu lintas darat.

“Dulu katanya buat transportasi umum, dari Bogor ke Tangerang. Buat ngurai macet,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Namun, harapan itu tak pernah terwujud. Hingga kini, menurut Amir, tak satu pun aktivitas transportasi air terlihat.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS Mayat Wanita dalam Drum Mengapung di Sungai Cisadane Tangerang

Bahkan, dermaga apung yang semula dibangun kini kehilangan fungsi akibat sedimentasi yang mengubah tepian sungai menjadi daratan.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page