Bau Menyengat dan Keluhan Gatal, Warga Kunciran Soroti Lapak Sampah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bau Menyengat dan Keluhan Gatal, Warga Kunciran Soroti Lapak Sampah Yang Menumpuk

Bau Menyengat dan Keluhan Gatal, Warga Kunciran Soroti Lapak Sampah Yang Menumpuk

Selain gangguan kenyamanan, warga juga mulai merasakan dampak kesehatan. Mamat menyebut kemunculan lalat hijau dalam jumlah banyak yang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan. Sejumlah warga, kata dia, juga mengalami gatal-gatal pada kulit.

“Lalat sudah banyak sekali. Warga, termasuk saya, jadi gatal-gatal, bentol-bentol,” ucapnya.

Persoalan lain yang disorot adalah tidak adanya sosialisasi kepada warga sejak awal aktivitas berlangsung. Mamat menegaskan, pengelolaan sampah itu berjalan tanpa komunikasi dengan lingkungan setempat, baik melalui RT maupun RW.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba sudah berjalan,” katanya.

Ia membandingkan dengan aktivitas pengepul sampah plastik lain di lokasi yang sama yang sebelumnya melalui komunikasi dengan warga. Berbeda dengan itu, pengelolaan sampah di lapak tersebut disebut berjalan tanpa persetujuan lingkungan.

Terkait kompensasi, Mamat mengaku pernah menerima uang dari pengelola, namun tanpa penjelasan yang jelas. Ia kemudian menolak pemberian berikutnya.

BACA JUGA :  Edisi 52 Membahas Darurat Sampah Tangsel - Ekspansi Bisnis Agung Sedayu di Banten

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page