Selain gangguan kenyamanan, warga juga mulai merasakan dampak kesehatan. Mamat menyebut kemunculan lalat hijau dalam jumlah banyak yang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan. Sejumlah warga, kata dia, juga mengalami gatal-gatal pada kulit.
“Lalat sudah banyak sekali. Warga, termasuk saya, jadi gatal-gatal, bentol-bentol,” ucapnya.
Persoalan lain yang disorot adalah tidak adanya sosialisasi kepada warga sejak awal aktivitas berlangsung. Mamat menegaskan, pengelolaan sampah itu berjalan tanpa komunikasi dengan lingkungan setempat, baik melalui RT maupun RW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba sudah berjalan,” katanya.
Ia membandingkan dengan aktivitas pengepul sampah plastik lain di lokasi yang sama yang sebelumnya melalui komunikasi dengan warga. Berbeda dengan itu, pengelolaan sampah di lapak tersebut disebut berjalan tanpa persetujuan lingkungan.
Terkait kompensasi, Mamat mengaku pernah menerima uang dari pengelola, namun tanpa penjelasan yang jelas. Ia kemudian menolak pemberian berikutnya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya