APBD Kabupaten Tangerang Rp8,6 Triliun, Jalan Maut Dibiarkan: Uang Rakyat ke Mana?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Tanggerang Mendesak Pemerintah Daerah Segera Melakukan Perbaikan Jalan Rusak di Pasar Kemis, Menyebabkan Empat Nyawa Hilang dalam 13 Hari.

Warga Tanggerang Mendesak Pemerintah Daerah Segera Melakukan Perbaikan Jalan Rusak di Pasar Kemis, Menyebabkan Empat Nyawa Hilang dalam 13 Hari.

TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Kabupaten Tangerang bukan daerah miskin anggaran. Tahun 2026, APBD tembus Rp8,62 triliun. Namun di lapangan, jalan rusak masih memakan korban jiwa.

Dalam 13 hari, empat orang tewas di ruas Jalan Pasar Kemis–Rajeg. Lubang menganga sedalam 10–25 sentimeter dibiarkan di jalur padat pekerja dan pelajar.

Kondisi ini memunculkan satu pertanyaan keras dari publik: ke mana uang rakyat dibelanjakan?

Sebab ruas Jalan Pasar Kemis–Rajeg sepanjang sekitar 6–8 kilometer merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dengan APBD yang tergolong jumbo untuk ukuran kabupaten, warga menilai tidak ada alasan keterbatasan anggaran untuk menunda perbaikan jalan yang sudah masuk kategori darurat keselamatan.

Apalagi Kabupaten Tangerang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp5 triliun, menjadikannya salah satu daerah dengan kapasitas fiskal kuat di Banten.

BACA JUGA :  Tangsel Siapkan Lahan PSEL Cipeucang, Target Olah 1.200 Ton Sampah per Hari

“Kalau anggaran besar tapi masalah dasar seperti jalan rusak dibiarkan sampai menimbulkan korban jiwa, ini bukan lagi soal teknis. Ini soal prioritas dan keberpihakan,” ujar Abdul Aziz warga Pasar Kemis, Sabtu (14/2/2026).

Ancaman Pidana Mengintai

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Disnakertrans Kabupaten Serang Akui Penyerapan Tenaga Kerja Rendah
Terungkap! Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Rp55,47 Miliar Tersebar dalam 184 Paket di Semua OPD
Kepala BPKAD Banten Bingung Belanja Jasa Tenaga Ahli Capai Rp55,47 Miliar
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:27

TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:18

Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026

Berita Terbaru