TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Kabupaten Tangerang bukan daerah miskin anggaran. Tahun 2026, APBD tembus Rp8,62 triliun. Namun di lapangan, jalan rusak masih memakan korban jiwa.
Dalam 13 hari, empat orang tewas di ruas Jalan Pasar Kemis–Rajeg. Lubang menganga sedalam 10–25 sentimeter dibiarkan di jalur padat pekerja dan pelajar.
Kondisi ini memunculkan satu pertanyaan keras dari publik: ke mana uang rakyat dibelanjakan?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab ruas Jalan Pasar Kemis–Rajeg sepanjang sekitar 6–8 kilometer merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dengan APBD yang tergolong jumbo untuk ukuran kabupaten, warga menilai tidak ada alasan keterbatasan anggaran untuk menunda perbaikan jalan yang sudah masuk kategori darurat keselamatan.
Apalagi Kabupaten Tangerang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp5 triliun, menjadikannya salah satu daerah dengan kapasitas fiskal kuat di Banten.
“Kalau anggaran besar tapi masalah dasar seperti jalan rusak dibiarkan sampai menimbulkan korban jiwa, ini bukan lagi soal teknis. Ini soal prioritas dan keberpihakan,” ujar Abdul Aziz warga Pasar Kemis, Sabtu (14/2/2026).
Ancaman Pidana Mengintai
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya