“Hanya ke desa tapi detlok terus. Nggak pernah ada. Kadang ada yang bawa KK gitu, tapi nggak ada kejelasan,” katanya.
Saat ini, Nurjamal menanggung hidup enam orang dengan dirinya.
Saya berenam. Saya, istri, tiga anak, sama mertua satu,” ucapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapannya sederhana dari Nurjamal, ada kebijakan yang berpihak dan bantuan nyata.
“Harapan saya sih ada kebijakan gitu. Ingin dibantu,” katanya.
Ketika di tanya gimana kondisi malam saat tertidur banyak nyamuk tidak. Ia menjawab saya hanya bisa pasrah.
“Udah kebal. Udah kebal nyamuk. Udah nyamuk mah udah kebal sehari-harinya,” ujarnya getir.
Kondisi rumah semakin memprihatinkan saat hujan turun. Atap bocor di banyak titik.
“Kalau hujan bocor. Kita pakai ember-ember paling ya. Netes-netes itu,” kata Nurjamal sambil menunjuk sudut rumahnya.
Untuk bertahan hidup, Nurjamal bekerja serabutan. Kadang menjadi kuli bangunan, kadang menarik sampah warga di dua RT.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Total Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya